Penguatan PKBM Melalui Pemagangan: Berbagai Semangat untuk Pengelola PKBM

SERANG – Banyak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang terbengkalai dan akhinya mati suri. Keberadaan PKBM dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dinilai menjadi wadah yang penting dalam menyebarkan semangat belajar dan membaca. TBM Rumah Dunia yang ada di Kota Serang, adalah salah satu TBM yang dipercaya Kemendikbud untuk menyelnggarakan Pemangangan bagi 30 PKBM yang berlangsung sejak 10-13 Desember ini.

Kegiatan ini juga diharapkan bisa memberikan ruh semangat kepada para pegiat PKBM/TBM dalam menempuh kegiatan literasi di tempat masing-masing. Presiden Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Firman Venayaksa mengatakan kegiatan semacam ini sangat bagus diadakan, untuk meningkatkan kreatifitas bagi pengurus PKBM.

“Dilihat dari kondisi PKBM secara umum, meskipun tidak semuanya, PKBM yang dibawahnya menaungi TBM seringkali terbengkalai, sehingga perlu ada residensi dan penguatan pemangangan ini. Agar TBM yang ada di PKBM itu bisa menyelanggarakan kegiatan seperti TBM yang baik, sehingga gerakan Indonsia Membaca ini, melihat dari sisi yang lain, bagaimana PKBM terlibat, bagaimana komunitas yang lain juga terlibat. Jadi ada ruh yang kemudian ditularkan pada pihak lain yang dalam konteks ini PKBM, agar mereka memiliki modal yang sama,” kata Firman usai penutupan acara Penguatan PKBM Melalui Pemagangan, Minggu (13/12).

Ia juga mengatakan, kenapa TBM Rumah Dunia menjadi salah satu TBM penyelenggara dengan kementerian. “Karena Rumah Dunia dianggap punya kapasitas itu. Bisa menularkan budaya baca di berbagai pihak. Dan semoga kegiatan ini selain saling menguatkan antar pengelola PKBM juga bisa menjadi semangat untuk terus menggelorakan gerakan Indonesia Membaca,” terangnya.

Dalam acara tersebut, Firman juga menjadi salah satu narasumber, berbagi tentang Menjalin Kemitraan bagi pengelola PKBM. “Kemitraan itu bagian inheren dari gerakan. Dalam konteks ini Indonesia Membaca, mereka membangun jejaring, mereka tidak hanya terfokus pada dana APBD/APBN, tapi misalnya juga bisa membangun jejaring dengan CSR atau dengan tokoh-tokoh PKBM yang peduli, agar gerakan yang mereka bangun di setiap tempat menjadi gerakan bersama. TBM dan PKBM memiliki andil besar dalam proses pembelajaran di masyarakat dan orang-orang di sekitarnya harus dilibatkan. Selian tentu negara, dalam hal ini baik Kementerian atau Dindik memang punya tanggung jawab yang besar juga,” kata Firman.

Ketua pelaksana acara Permagangan, Abdul Salah HS mengatakan, acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, seperti Seni Pertunjukan bersama Toto ST Radik, Rekrutmen Relawan bersama Rizal Fauzi, Pengelolaan TBM dengan Ahmad Wayang, Membangun Jejaring dan Kemitraan bersama Firman Venayaksa, Motivasi kerelawanan bersama Rahmat Heldy Hs dan Muhzen Den hingga Strategi Pendanaan bersama Tias Tatanka. “Kami mencoba berbagi kepada para peserta PKBM mengenai kegiatan dan strategi agar terus ekis berkegiatan,” kata Salam.

Salah satu peserta Pemagangan dari PKBM Mandiri, Curug, Kota Serang, Endang Sri Mulyani mengaku sangat berbahagia mengikuti kegiatan ini. “Saya serasa jadi muda kembali, karena isi kegiatan ini pariatif dan kreatif,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan peserta lain, Ferdiyan Ananta dari Rumah Baca Damar 26, Cilegon. “Pertama saya merasa punya banyak teman sebagai relawan literasi. Selama ini saya pikir saya sendiri dalam memperjuangkan semangat membaca melalui TBM yang kami bentuk secara pribadi, ternyata banyak juga. Dan kita merasakan kebahagiaan dan kedukaan yang sama, saya punya semangat baru untuk berjuang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bahwa acara permagangan ini membuat langkah pengelola TBM dan PKBM terasa lebih terang dalam memperjuangkan literasi. “Selain berbagi masalah, kita juga berbagi solusi, saling menguatkan satu sama lain. Ini penting, saya berharap melalui permagangan ini slogan Banten Membaca yang digemborkan Rumah Dunia akan segera terwujud,” kata Ferdian.
Ia berharap ada follow up berkelanjutan, yang artinya forum komunikasi TBM/PKBM se-Banten harus dibentuk untuk saling berbagi informasi satu sama lain. (wayang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.