Daily Archives: 18 Januari 2016

Tujuan Menulis, Buku Harian dan Riset

GG Frankfurt 6Sebagai penulis yang menekuni travel writing, sudah puluhan kali saya jadi montir di bengkel-bengkel cerpen. Rata-rata para (calon) pengarang pemula kesulitan menemukan ide dan bingung saat menuliskannya. Begitu juga di kelas menulis Rumah Dunia, yang saya asuh di akhir pekan. Mereka berpikir, apakah kalimat pembukanya bagus atau cerpennya berjenis sastra serius atau sastra populer.

Isi Tulisan
Ah, belum juga menulis, otak sudah dijejali hal remeh-temeh seperti itu. Padahal yang terpenting tujuan menulis itu untuk apa. Isi tulisan kita itu apa. Kalau di sastra islami yang diusung Forum Lingkar Pena, tujuannya bukan sekedar mendapatkan puji-pujian duniawi, tapi dakwah bil qalam. Kalau di kelas menulis Rumah Dunia: memerangi kebatilan dengan pena. Walaupun kata Asma Nadia, ”Jika mendapatkan penghargaan, itu adalah prestasi.” Tapi, itu tetap bukan tujuan utama kita. Saya sendiri menginginkan, setiap saya hendak menulis, kelak pembaca mendapatkan sesuatu yang berguna.  Saya tidak akan egois bereksperimen untuk pencapaian nilai estetika belaka. Tapi, juga dampak positif dan negatif kepada pembaca. Jelas saya menghindari tulisan yang akan menimbulkan daya rangsang seksual luar biasa pada pembaca.

Menulis Puisi Juga Butuh Riset

Pada April hingga Juni 2013, saya menyusuri Sumatra. Selama 50 hari, saya memulai dari Sabang hingga Lampung. Saya minum kopi di kedai-kedai kopi, begadang bersama warga, dan berkunjung ke kebun kopi serta ke gudang kopi. Menikmati panen kopi dan menjemur kopi di pekarangan rumah. Jadilah buku puisi “Air Mata Kopi” (Gramedia, 2014) dan masuk nominasi 10 besar “Hari Puisi Indonesia 2014”. Riset memang selalu memberi hasil terbaik bagi penulisnya.

The Traveler’s Wife, Bukan Cuma Jalan-jalan

Judul            : The Traveler’s Wife (48 Hari, 7 Negara)
Penulis          : Tias Tatanka
Penerbit        : Salsabila
Tebal            : 242 halaman
Tahun terbit  : April, 2015
Genre           : Nonfiksi, Catatan Perjalanan

Ini memang buku solo pertama Tias Tatanka, tapi isinya sangat mendebarkan sekaligus mengharukan. The Traveler’s Wife. Melalui buku setebal 242 halaman yang diterbitkan Salsabila pada April 2015 lalu itu, ibu empat anak yang tak lain istri Gol A Gong ini sangat apik mengajak pembaca menapaki negara-negara di Asia. Tuh, sudah mulai penasaran kan?

Peluncuran Buku “Sejuta Mimpi – Simfoni yang Tak Pernah Usai”

Nir NiaMimpi… Siapapun punya. Mewujudkan mimpi, bukan hanya yang kaya dan bertitle.  Satu lagi sahabat TKI Taiwan, merangkum kisah hidup dalam sebuah karya novel berjudul ”Sejuta Mimpi – Simfoni yang Tak Pernah Usai” diterbitkan Dream Publishing. Buku SM-SYTU karya Mellysa Sansan, Ahmad Maulana S dan Nir Nia. Saya mewakili TBM Rumah Ilmu Taiwan, yang diketuai Fiky Oi Serdadu Formoza, berkesempatan hadir dalam rangka launching buku itu, Minggu 17 Januari 2016, bertempat di Boguan Park, Salon 12, Taichung, Taiwan. Padahal saat itu ditengah guyuran hujan.