Daily Archives: 30 Januari 2016

Eko Mega Bintang di Taiwan

Eko 2Eko Ardianto atau Eko Megabintang. Dia disebut begitu, karena pernah membuat grup dangdut. Wartawan koranrumahdunia.com berkenalan dengan Eko seusai sholat iedul adha di halaman Taiwan Main Station (TMS). Penampilannya mengingatkan kita pada (alm) Olga Syaputra. Di hall TMS, Eko sangat menonjol. Kita semua pasti tersenyum memerhatikan tingkah polahnya. Dia ngartis sekali. Semua orang senang menyapanya. Dia bagai peragawan, melenggak-lenggok, menyapa kelompok-kelompok TKW/TKI yang sedang sarapan seusai sholat Iedul Adha, Kamis 24/9/2015. Rupanya Eko pernah jadi host di program komunitas di salah satu TV Swasta Taiwan. “Saya juga pernah masuk 10 besar lomba bakat di Taiwan,” katanya.

31 Januari : Minggu Literasi di Rumah Dunia

Minggu LiterasiRumah Dunia sebagai tempat yang memfasilitasi berbagai ekspresi seni, budaya, dan pendidikan, selalu banyak yang mengunjungi. Menjadi tempat yang nyaman untuk berbagi ilmu dan mendapatkan stimulus berkarya dengan berbagai kegiatan yang Rumah Dunia selenggarakan, atau pihak luar yang membuat kegiatan di sini. Pada Minggu (31/1), mulai dari pagi sampai sore, Rumah Dunia akan dibanjiri dengan berbagai kegiatan.

Diawali dengan kegiatan “Kopi Darat Ibu Profesional Banten” yang akan diisi dengan diskusi bersama Irna Yosi (praktisi home schooling dan manager edukasi yayasan Widya Cendekia), pukul 08.00-12.00, di Pendopo Kaibon. Tema diskusi ini adalah “Talents Mapping, Menggali Potensi Anak”.

Pertama di Banten, ASN Nulis Novel

SERANG, Koran RD – Judul berita ini bukan isapan jempol. Dosen di Banten nulis novel, itu sudah biasa. Tapi ASN – Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten (Setda Prov. Banten) menulis novel, ini baru luar biasa. Sepanjang Banten jadi provinsi, baru pertama terjadi, seorang ASN di lingkungan Pemprov Banten, ada yang menulis novel.

Galang Dana Rumah Dunia dari Novel Balada Si Roy

Rumah Dunia mulai digulirkan pasangan suami istri Gol A Gong dan Tias Tatanka sejak 1998. Dimulai dari kantong sendiri, kemudian mendapat baik dari sambutan khalayak. Setiap ada kegiatan, cara pembiayaannya adalah gotong-royong. Galang dana atau fund raising adalah cara yang biasa dilakukan. Galang dana paling spektakuler adalah pembebasan areal tanah seluas 3000 M2, yang dimulai sejak tahun 2011.

Setelah tanah seluas 3000 meter persegi lunas dengan upaya mencicil dari tahun 2011 sampai 2016, Rumah Dunia yang telah bergulir selama18 tahun ini, kembali membuka penggalangan dana untuk renovasi sarana prasarana yang saat ini sudah mulai rusak seperti Gazebo, panggung, sekretariat, dan mes relawan.