Monthly Archives: Februari 2016

Perang Hitam di Banten

12166020_10205077202764335_1222653436_n[6]

Raka yang sudah menarik Ka dan perlahan melepas kopling, segera menekan rem depan dan menginjak rem belakang. Terrano hitam hampir saja menyerempetnya. Mobil itu melanggeng tanpa dosa.
Raka bersungut. ”Bangsat!”
Raka membuka helm. Matanya nyalang menatap bemper belakang mobil dengan plat merah!  Beberapa pasang mata menyaksikan adegan itu.
“Mau mampus kali tuh bocah!!” bentak si supir berkumis baplang di mobil.

Edi Memural Gedung ASRD

bbCiloang, Serang — Pada Kamis (25/2) pagi, relawan Rumah Dunia; Zaenal Abidin, Sarwani, Daru Borsalino, Iwan, Hilman Sutedja, dan Ardian Je, menyopot dinding koran yang telah ditempel sekira setengah tahun yang lalu di dinding Auditorium Surosowan Rumah Dunia (ASRD) bagian depan.

Dua UNICEF Award Dari Rumah Dunia

Tami endangInilah dua pelajar hebat. Mereka Endang Rukmana dan Yuanita Utami Yubee Naura. Endang Rukmana masih Kelas 3 SMAN 1 Serang (2004) menyavet lomba essay UNICEF Young Writer Award 2004, kemudian Yuanita Utami (SMA Kavling Cilegon) meneruskannya pada 2005. Sebetulnya pada 2006 hampir saja anak Rumah Dunia mencatatkan hatrick lewat Asri Sutaryati, yang masuk 10 besar. Hanya saja saat itu ada tsunami di Aceh, sehingga pemenang UNICEF Award juga dari pelajar Aceh. Apakah itu kebetulan.

Prestasi mereka berdua, plus 10 besar sangat membanggakan. Juara menulis essay UNICEF. Itu organisasi kelas dunia! Sayangnya, iklim politik di Banten sangat korup waktu itu, sehingga prestasi mereka raib ditelan bumi. Terima kasih adik-adikku ya. Kalian menyalakan kembali tradisi menulis di Banten.

De ja Vu di Setiap Milad Rumah Dunia

Milad 14Deja vu lagi. Entah kali ke berapa ratus saya lewati meeting seperti ini. Empat belas tahun Rumah Dunia
(3 Maret 2002 – 3 Maret 2016) dan kesempatan melihat banyak perubahan pada teman-teman relawan.

Saya duduk sebelah Siti Nurfazriyah (Iyah), adik kandung Suni Ahwa. Empat belas tahun lalu Iyah masih kanak-kanak dan mengekor Suni Ahwa bergiat di Rumah Dunia. Tapi kini, Iyah adalah mahasiswi IAIN semester 1, punya sederet kegiatan dan tak perlu lagi ikut-ikut kakaknya. Kini Iyah menjadi relawan ‪#‎RumahDunia‬ bersama teman-teman sebayanya.