Apa Kata Masyarakat Banten Tentang Embay Mulya Syarief

SERANG, Koran RD – Keputusan DPP PDI Perjuangan memasangkan Haji Embay Mulya Syarief memancing reaksi postif dari masyarakat Banten. Putra-putra terbaik Banten ramai menulis status tentang EMS, yang dianggap mewakili Banten. Selain dikenal sebagai “jawara putih”, ustad, pengusaha, ekonom, bankir, juga dermawan jika sudah berurusan dengan kerja-kerja sosial. Lahir dari ayah polisi, 4 Maret 1952, EMS menjadi pengendali sejumlah organisasi kemasyarakatan dan profesi tingkat lokal dan nasional.  EMS pernah dipercaya sebagai Sekjen Majelis Musyawarah Masyarakat Banten (M3B), Ketua GP Farmasi Provinsi Banten, Ketua Kadin Kabupaten Serang, Komandan Gerakan Anti Komunisme, Ketua Panitia Persiapan Penerapan Syariat Islam Indonesia-Banten (P3SIB), Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Serang, dan Ketua MUI Provinsi Banten yang membidangi pengembangan ekonomi Islam. Sebagai ekonom, Pak Embay berperan aktif membangun ekonomi kerakyatan di daerahnya. Hal itu, antara lain, pernah diwujudkannya dalam bentuk Program Gerakan Pendirian Seribu Baitul Maal wa Tanwil (BMT) di Banten. Beliau Cukup lama sebagai praktisi di dunia perbankan Islam.

Mari kita simak reaksi putra-putra terbaik Banten terhadap EMS:

emyeAhmad Mukhlis Yusuf, Direktur LKB Antara 2007 – 2012, urang Pandeglang : Salam, sudah lama harapan terhadap lahirnya kepemimpin yang amanah di Banten kandas, alhamdulillah kali ini ada harapan setelah 14 tahun Banten jadi Provinsi. Saya mengenal H. Embay Mulya Syarief, calon wakil Gubernur 2017 – 2022, sebagai pribadi yang jujur dan amanah. Tokoh masyarakat yang teruji rendah hati banyak karya kemanusiannya, alumni SMA 1 Serang. Kakak kelas kami. Pendiri Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Banten dan beberapa Bank Perkreditan Syariah. Salah satu pendiri Proponsi Banten tahun 2000. Selamat menjemput amanah Ka Haji Embay, semoga niat baikmu Allah bukakan jalan. Kudoakan Engkau amanah. Aaminn..

 


hilmanHilman Suteja
, mahasiswa S2 FISIP UNPAD Bandung, Menes : H. Embay Mulya Syarief, saya mengenalnya sebagai penasihat dan donatur Rumah Dunia. Pertama kali bertatap muka empat mata dengannya adalah ketika saya harus mengambil uang yang hendak diberikannya untuk Rumah Dunia. Jujur saya canggung, sebab saat itu saya baru selesai menunaikan shalat Magrib. Saya takut mengganggu aktivitas beliau kala itu. Benar saja, pas sampai di rumahnya beliau masih duduk khidmat di mushalla depan rumahnya sendirian usai menunaikan shalat berjamaah Magrib. Tidak bisa dipungkiri, sosoknya yang kalem, kebapaan dan berkarisma telah membuat saya kikuk. Saya belum bisa menyampaikan perihal pengambilan uang itu, tetapi seolah tahu maksud dan tujuan saya, beliau langsung memberikan amplop putih kepada saya dan tersenyum. Setelahnya, saya baru bisa ngomong, dan itu hanya kata terima kasih saja. Lalu saya mencium punggung tangannya dan beliau tersenyum lagi, tanpa berkata apa-apa. Tapi begitu sejuknya pertemuan itu saya rasakan.

kirdiat-emsMuhammad Arif Kirdiat, tukang pembuat jembatan, Relawan Kampung : Saya hanya ingin membuka lembaran sejarah Relawan Kampung saat pertama berdiri. Dua tokoh yang berdiri paling depan dalam foto ini adalah dua orang yang menjadi garda terdepan saat Relawan Kampung lahir. Pada akhir tahun 2011, ketika pertama kali survey ke Kampung Dukuh Handap di Cimanggu yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon berjarak sekitar 170 kilometer dari Kota Serang. Banyak rekan yang saya ajak dan tawarkan untuk survey ke lokasi rencana pembuatan Jembatan Gantung. Hampir saya putus asa kala itu, karena teman yang saat itu duduk di pemerintahan atau DPRD, selalu menolak dengan beragam alasan. Padahal saya mengetahui bahwa yang PNS memang berasal dari Pandeglang dan yang DPRD berasal dari dapil tersebut. Namun ada dua orang yang langsung antusias saat saya mengajaknya, yang pertama adalah Almarhum Haji Lukman Hakim wartawan senior atau kami biasa memanggilnya Babeh/Papih serta Haji Embay Mulya Syarief salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten yang saat itu duduk sebagai salah satu komisaris di anak [erusahaan Krakatau Steel. Saat itu kami belum memiliki mobil 4X4 dan otomatis harus naik bakter dan dilanjut jalan kaki menuju lokasi sejauh 4 kilometer dengan jalan yang curam dan becek. Kami katakan, masa itu adalah masa perjuangan yang penuh tantangan. Berlanjut kemudian, dalam perjalanan waktu beberapa tokoh ikut keluar masuk kampung memberi solusi demi memperbaiki infrastruktur pedesaan dan pendidikan. Dari karisma dan karakter kedua tokoh ini, kami di Relawan Kampung banyak belajar. Satu dua fitnah datang menerpa dan tantangan yang menerjang, Alhamdulillah dalam perjalanannya silaturahiim dan komunikasi bisa menghapus semua kendala tersebut. Semoga kedepannya, kami di Relawan Kampung tetap istiqomah dan Almarhum Pak Haji Lukman Hakim mendapat tempat di sisi-Nya serta Haji Embay diberi kesehatan dalam menjalankan aktifitasnya… Aamiin.

Melihat latar belakang kiprahnya di berbagai lapisan masyarakat; mulai dari militer, jawara, kiyai, komunitas, LSM, akademisi, bahkan woing cilik, diprediksi akan memenangkan Pilkada Banten 2012. “Insya Allah, Banten akan bersih dari KKN,” kta Embay. (Jang RuDun)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.