Perpustakaan Sastra di Banten

Terkurung di perpustakaan rumah. Saya bahagia sekali. Ingat saat nge-kos tahun 1982 – 95. Hanya ada buku di kamar dengan mesin ketik dan komputer PC. Harta yang selalu saya bawa-bawa, hingga kini. Tiba-tiba mimpi lama ingin mendirikan perpustakaan sastra dunia muncul lagi.

Saya ingin sekali ada rak Hemingway, rak Tolstoy, Pramoedya, Tohari, Ayu Utami, Taufiq Usmail, Goenawan Mohamad, Arswendo, Tere Liye, Andrea Hirata, Pipiet Senja, Asma Nadia, Helvy Tiana Rossa, Afifah Afra, Musashi, Arswendo, Coelho, Barbara Cartland, Karl May, Remmy Silado, Putu Wijaya, Oka Rusmini, Tagore, para penulis Banten, Pearl S Buck dan masih banyak lagi….. Kundera, Marga T, Enyd Blyton, JK Rowling….. dengan memoribilianya.

Saya ingin nantinya itu diwariskan untuk masyarakat Banten. Saya ingin anak muda Banten di mas depan tidak tenggelam di dunia internet saja. Mereka hrs membaca buku, berada di perpustakaan. Tradisi datang ke perpustakaan membaca buku cetak jangan dihilangkan, karena sensasinya berbeda dengan e-book.

Saya sedang berusaha. Semoga tahun 2017 ini pintu-pintu rezeki dibukakan Allah SWT. Semoga ikhtiar saya di novel dan film tahun 2017 ini diridhoi Allah. Di halaman belakang rumah saya, sudah ada tanah 1000 meter. Embrio perpustakaan sastra sudah ada.

Saling doakan ya. Semoga mimpi teman-teman juga terkabul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.