Alumus KMRD Lolos Seleksi UWRF 2017

Ade Ubaidil atau biasa dipanggil Ade, tidak disangka mampu membuktikan diri sebagai penulis muda serius di bidangnya dengan lolos seleksi  Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2017 yang akan dihelat pada 25-26 Oktober 2017 mendatang di Bali. Festival yang diadakan selama dua tahun sekali ini menyeleksi 15 Penulis Emerging Indonesia untuk hadir dan tampil di panggung sastra internasional tersebut bersama penulis, pegiat, dan kreator seni terbesar dunia.

Ade yang memiliki nama asli Ubaidil Fithri ini memang sudah bergelut di dunia kepenulisan, utamanya dalam tulisan sastra, saat masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs). Bakatnya mulai muncul saat menjadi mahasiswa. Pada saat itu ia mengirimkan puisinya untuk dilombakan dan ternyata puisi tersebut lolos bersama 50 penyair muda Indonesia dan dikumpulkan dalam sebuah judul buku antologi puisi ‘Kejora yang Setia Berpijar’ (FAM Publishing, 2013)’.

“Sungguh tak disangka-sangka. Itulah awal mula tulisan pertama saya yang dibukukan. Lantas semangat saya terus bertambah dan menggebu,” ungkap Ade.

Bakat Ade mulai dia asah dengan mengikuti berbagai pelatihan menulis, di Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD) angkatan ke-23 tahun 2013, dan Kampus Fiksi angkatan ke-7. Sejak mengikuti Kelas Menulis Rumah Dunia sudah melahirkan buku tunggal di pertengahan tahun 2013 sebuah kumpulan cerita pendek berjudul, ‘Air Mata Sang Garuda (AG Litera, 2013), lalu di tahun 2015 buku brgendre remaja ‘Kafe Serabi (de TEENS, lini DIVA Press, 2015)’. Tulisan-tulisannya juga banyak tersiar diberbagai media masa seperti Utusan Borneo Malaysia, Majalah Femina, Majalah Ummi, Inilah Koran, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Koran Radar Banten, Banten Raya (Jawa Pos Group).

“Semua ini tentu tak lepas dari bimbingan dan hasil brainstorming bersama penulis-penulis yang lebih senior dan profesional serta dukungan orangtua, keluarga juga teman-teman. Beruntung saya mengenal mereka,” ungkap Mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) ini kepada koranrumahduniadotcom.

Kini Ade sedang berbahagia usaha dan hasil yang ia dapat diapresiasi oleh perhelatan sastra dan seni internasional terbesar di Asia Tenggara. Sebelumnya ia juga pernah mencoba di UWRF 2015, tapi sayang keberuntungan belum berpihak kepadanya. Di tahun 2017 ia mencoba kembali dengan mengirimkan 8 tulisan cerpen sebagai syaratnya, salah satunya cerpen berjudul ‘Mata-matai Kerja Penulis’ yang mengatarkannya ke UWRF 2017.

“Buku terbaru saya, sebuah kumpulan cerpen, sedang dalam proses penggodokan di sebuah Penerbit berjudul, Surat yang Berbicara Tentang Masa lalu, semoga lekas menetas dan dapat dibawa pada acara UWRF17 nanti supaya sekaligus bisa launching di sana,” jelasnya. (Iyoey)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.