Parasit

Aku mengenalnya sebagai sarjana
gelar berderet jauh dari perpustakaan
mengeja hidup saja tak bisa
suaranya tinggi sombong
selalu berpindah kursi
asal bisa menjilatkan lidah

Aku tahu ia ada di mana-mana
berdiri di persimpangan jalan
anak istrinya ingin selfie di menara Pisa
plesiran belanja ke negeri Hongkong
dapurnya penuh keju tanpa nasi
harga dirinya dijual rendah

aku berjabat tangan dengannya
“Berapa uang di dompetmu?” tanyanya
“Aku bisa menjadikanmu nomor satu!”

Aku mengunci pintu mobil
di perempatan jalan kotaku
ia jadi peminta-minta
mengetuki jendela setiap mobil

*) Gol A Gong adalah penulis 125 buku, diantara beberapa antologi puisi. Buku puisi “Air Mata Kopi” masuk 10 besar Hari Puisi Indonesia 2014

*) Serang 18/10/2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.