Gol A Gong Dirikan Museum Literasi Pertama di Banten

Museum Literasi Gol A Gong

Ada saja hal-hal inovatif yang dilakukan oleh seorang penulis novel Balada Si Roy, Gol A Gong. Kini, tak disangka Gong menyulap rumah yang sudah dihuninya sejak lama menjadi sebuah museum literasi. Berdirinya museum literasi yang dinamakan olehnya ‘Museum Literasi Gol A Gong’ ini otomatis menjadi museum literasi pertama di Banten.

Gong mengungkapkan, museum literasi di Indonesia tersedia begitu sedikit. Hanya ada beberapa saja sehingga masyarakat tidak memliki akses lebih banyak  soal museum literasi. Apalagi di Provinsi Banten, belum ada sama sekali gagasan dan pelaksanaan membuat museum literasi sehingga hal ini menggugah Gong untuk melahirkan sebuah destinasi wisata literasi yang bisa membawa orang lain termotivasi untuk berkarya.

“Di Indonesia (museum literasi-red) keberadaannya sangat terbatas. Bahkan penulis legendaris seperti Pramoedya Ananta Toer pun ada museumnya atas dasar inisatif dari penggemarnya saja. Padahal tempat seperti museum yang menyimpan banyak karya itu bisa menginspirasi orang untuk berkarya juga,” kata Gong, kemarin, di sela-sela kesibukannya dalam mempersiapkan peluncuran Museum Literasi Gol A Gong.

Museum Literasi Gol A Gong yang rencananya akan diluncurkan awal tahun 2018 ini banyak menyediakan kisah perjalanan kekaryaan dari Gong yang sudah banyak menulis ratusan novel dan genre tulisan lainnya. Selain karya-karya yang dipajang, Gong juga menyimpan banyak foto kenangan keluarga, sepatu, tas dan pakaiannya yang dulu pernah dipakai saat bertualang, karya jurnalistik, serta beberapa tulisan dan buku-buku yang dibuat oleh rekan-rekannya.

“Sastra mutahir lahir dari sini, Anda bisa lacak. Selain itu banyak surat kabar atau majalah kami buat jauh-jauh hari sebelum perusahaan media massa di Banten ada. Tujuannya tidak lain karena saya ingin masyarakat Banten termotivasi dan merasakan energi positifnya. Jadi ada sesuatu yang mereka dapatkan jika sudah mengunjungi museum yang saya dirikan ini,” ujarnya.

Saat ini, Gong masih sibuk memoles museumnya karena masih harus ditambah dengan beberapa koleksi buku, pernik dan ornamen-ornamen yang mendukung lay out museumnya. Meski belum seratus persen selesai dipersiapkan, namun Gong membuka lebar-lebar pintu museum bagi siapa saja yang ingin mengunjunginya.(hilman).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.