Remaja ini Berhasil Menemukan Alat Pengubah Air Laut Menjadi Air Mineral

Dawam Faizul Amal, siswa kelas 12 MAN 2 Serang mengaku gelisah tentang minimnya mata pencaharian serta ekosistem lingkungan masyarakat pesisir pantai. Remaja kelahiran Karawang, 24 Oktober 2000 itu pun memiliki mimpi menjadi ilmuan yang bisa menciptakan teknologi untuk kesejahteraan rakyat.

Berbekal wawasan dari sang ayah yang selalu memberinya buku ensiklopedi tentang teknologi dan pengetahuan, Dawam bekerja keras mewujudkan mimpi. Tepatnya Agustus 2017, di ajang lomba karya ilmiah remaja yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia, bersama rekan satu kelasnya, Sarah Ayu Wulandari, ia sukses menyabet gelar juara ketiga.

Dengan alat teknologi ciptaannya yang diberi nama Kemulsi, kebun multifungsi, Dawam sukses menarik perhatian para juri dan peserta yang berasal dari daerah lain, salah satunya dari Merauke.
“Ya, waktu itu ada orang dari Merauke yang tertarik sama alat ini, terus dia bilang kalau Kemulsi ini cocok dan minta izin untuk dikembangkan di daerahnya karena panas dan banyak pantai. Saya sih setuju saja karena saya buat ini untuk masyarakat Indonesia,” ungkap Dawam saat diwawancarai koranrumahdunia.com, kemarin.

Kemulsi memiliki lima fungsi utama yang sangat cocok diterapkan di wilayah pesisir pantai, termasuk di Banten yang merupakan wilayah Selat Sunda. Lima fungsi itu meliputi, menghasilkan tenaga listrik, sebagai media pertumbuhan sayuran dari sinar merah yang dihasilkan panel surya, mengubah air asin menjadi air mineral yang layak dikonsumsi, sebagai pengembangbiakan ikan laut, dan menghasilkan garam.

Dawam mengaku, sejak kecil memang sudah tertarik sengan sains dan teknologi, mendapat ilmu tentang proses fotosintesis sewaktu SMP, memabuatnya semakin terpacu untuk berkarya. Di usianya yang masih remaja, ia sudah berhasil menciptakan alat yang sangat luar biasa.

“Dalam proses pembuatan Kemulsi ini, hanya Memakan waktu tiga bulan, mulai dari pemasangan kerangka sampai pembuatan saluran kabel, saya dan tim bekerjasama untuk memasangnya,” ungkap Dawam.

Memiliki murid yang berprestasi, sekolah MAN 2 Serang patut berbangga diri. Seperti disampaikan Resmaleni, wali kelas dan guru pembimbing karya ilmiah Dawam, ia mengaku bangga dan terharu melihat bagaimana proses dan perjuangan muridnya,

“Ya meski mendapat juara tiga, tapi kami tetap bersyukur karena Dawam sudah berusaha keras dan menjalani proses yang matang,” ungkapnya seperti diceritakan Dawam. (rhu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.