Belajar Menulis sambil Bermain

SERANG, Koran RD – Sembilan belas siswa SD Terpadu AL-Qudwah Rangkasbitung berkunjung ke Rumah Dunia, Sabtu (13/1/2018). Kegiatan yang ditutori langsung oleh Tias Tatanka itu berlangsung di Pendopo Kaibon Rumah Dunia pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.
Tias Tatanka mengatakan kunjungan ini seperti layaknya belajar sambil bermain. Agar para pengunjung tidak bosan saat materi menulis kereatif berlangsung, dibumbui juga permainan menarik.
“Menulis kreatif itu seperti menulis bebas yang lebih mengarah kepada tulisan fiksi,” terang Tias saat acara berlangsung.
Permainan yang diberikan seperti menebak ekspresi teman dari pilihan kata yang terbuat dari kertas yang dibungkus dengan potongan sedotan hitam, memilih 3 stik ice cream yang setiap stiknya terdapat satu kata lalu disambung dengan membuat kalimat dari 3 kata tersbut, dan melanjutkan kata-kata dari kalimat.
Tias mencontohkan, “Pagi ini aku menuju Serang bersama teman-teman yang berkumpul di Stasiun Rangkas. Kereta berangkat pukul 07.45 WIB…,” katanya sambil memberi intruksi agar melanjutkan kalimat tersebut kepada anak-anak.
Asti Susanti, Wali Kelas 6 B di Sekolah tersebut menyatakan bahwa kegiatan seperti ini seru dan tidak membosakan, “anak-anak sangat interaktif saat pembelajaran,” pungkas Asti

Abdi, siswa sekolah tersebut yang mencoba mempraktekkan kata ‘Kegagalan’ di hadapan teman-temannya tanpa menggunakan suara. Karena katanya terbuat dari kertas yang terbuat dari kertas yang dibungkus oleh potongan sedotan, ia mulai tampil dengan melipat kertas dan mencoba memasukan ke dalam potongan sedotan, namun ia tidak berhasil. Ia mencoba lagi dan tidak berhasil. Kemudian teman-temannya menjawab serentak, “Gagal,” ujar mereka.
Setelah selesai, anak-anak langsung mengunjungi Museum Literasi Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia dan penulis Balada Si Roy ini berpesan kepada anak-anak agar tetap semangat, “Inget tiga hal ya, pertama membaca, menulis, dan berolahraga. karena dari tiga hal tersebut dapat mengubah hidup kita lebih baik lagi,” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan pemberian hadiah oleh Tias Tatanka kepada tiga anak yang tulisannya sudah baik, hadiahnya berupa magnet kulkas dari kamboja. (djo/rhu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.