Hari Kartini & World Book Day Forum TBM akan Dibuka Mendikbud RI

SERANG, Koran RD- Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) dalam pertengahan April ini akan melaksanakan pesta besar seperti Hari Kartini (21 April) dan Hari Buku Sedunia atau World Book Day (23 April) yang dipusatkan di Rumah Dunia, pada 20-23 April 2018.  Selain momentum Hari Kartini dan Hari Buku se-dunia, pada  2 Mei juga diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Maka, Forum TBM juga menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk bersama-sama memunculkan kembali semangat Ki Hajar Dewantara melalui gerakan literasi. Untuk pembukaannya akan dilaksanakan pada tanggal 21 April yang dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy.

Selain Mendikbud, kegiatan ini juga akan dihadiri oleh tokoh nasional lainnya seperti  Maman Suherman, Najwa Shihab, Sofie Dewayani, Roosie Setiawan, Kiswanti, Tias Tatanka, Jaro Ruhandi dan lainnya. Hal ini dilakukan agar para peserta yang akan hadir pada perayaan ini seperti para pengelola TBM, pegiat literasi, mahasiswa, guru, siswa dan khalayak umum, yang  membiayai sendiri dan menginap di rumah warga kapasitas dirinya bisa meningkat dari wawasan dan pengalaman yang dimiliki  para pemateri.

Menurut Ketua FTBM Pusat Firman Venayaksa mengatakan, pada acara yang akan meluncurkan sekitar 40 buku, diskusi literasi, aksi literasi dan pentas seni, perlombaan menulis esai, bioskop keliling, dan lain-lain ini,“cerdas berliterasi” menjadi kata kunci bahwa literasi tidak lagi sekadar menyediakan buku dan mengantarkan buku menemui pembacanya.

“Namun, peranan TBM dan pegiat literasi harus meningkat pada tataran fungsional dan masuk ke seluruh pranata kehidupan masyarakat yang bisa memberikan kontribusi dan dampak positif terhadap bangsa dan negara,” katanya

Firman menambahkan, “Literasi Bagi Negeri” menjadi tema yang diangkat dalam peringatan Hari Kartini dan Hari Buku Sedunia 2018. Pesan dan makna yang ingin sampaikan pun kurang lebih adalah bahwa ribuan TBM yang hadir dan “hidup” di tengah-tengah masyarakat merupakan sebuah kekuatan dan  potensi besar yang bisa digerakkan dan menjadi mitra strategis pemerintah dan negara dalam mengedukasi masyarakat, menjaga keutuhan NKRI, pemberdayaan/advokasi masyarakat dan menciptakan kehidupan bangsa yang lebih baik.

“Hari Kartini dijadikan sebagai penguat dan disandingkan dengan Hari Buku Sedunia karena ada kekuatan literer yang sekarang ini dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Kekuatan itu adalah semangat dan pemikiran menyala yang dituliskan Kartini kepada Nyonya Rosa Abendanon-Mandri melalui surat-suratnya dan kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku yang diberi judul ‘Habis Gelap terbitlah Terang’. Kartinilah yang menyalakan Literasi Bagi Negeri,” ungkapnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.