Mendikbud: Jangan Asal Buka Lapak Buku

SERANG, Koran RD-Pada rangkaian acara  “Literasi Bagi Negeri” yang merangkum peringatan Hari Kartini, Hari Buku Sedunia dan Hardiknas (2 Mei), yang diselengarakan oleh Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) di Rumah Dunia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy, yang membuka kegiatan tersebut menyempatkan diri untuk melihat mobil pusling dan motor pusling yang dipamerkan di depan Auditorium Surosowan Rumah Dunia, Sabtu (21/4/2018). Melihat adanya banyak pegiat literasi yang kini populer menggunakan motor dan mobil sebagai media untuk mendekatkan buku kepada masyarakat, Mendikbud menyarankan kepada para pegiat yang terbiasa buka lapak buku agar tidak asal buka lapak buku.

Muhadjir mengatakan, banyak para pegiat literasi menggunakan motor dan mobil pusling namun hanya datang dan pergi saja tanpa mengontrol dan memberikan pengertian kepada anak-anak atau masyarakat umum soal buku yang dibawanya. Menurutnya, hal itu mengakibatkan anak sering tidak tahu apa yang sudah dibacanya. ”Jadi jangan banyak rokoan, ngopi, buka lapak buku kemudian pulang begitu saja. Sebab, konsepnya bukan hanya membaca, tetapi setelah membaca itu kita harus apa? Jangan sampai anak-anak mebaca dan tidak tahu apa yang sudah dibaca oleh mereka,” katanya dalam sela-sela kegiatan.

Menurutnya, untuk menanggulangi ketidaktahuan anak-anak soal apa yang sudah dibacanya, sekolah dan terutama keluarga juga berperan penting dalam masalah ini. Muhadjir menyarankan agar para orangtua juga berperan penuh dalam pengembangan minat baca anak. “Oleh karena itu seharusnya orangtua tidak melulu mengandalkan sekolah, justru kami mendorong agar waktu libur dua hari itu (Sabtu-Minggu-red) digunakan penuh untuk pendidikan dalam keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagai orangtua, Novita Kurniawati mengatakan, anak-anak memang jangan sampai dibiarkan membaca begitu saja. “Saya selalu membiasakan kepada anak saya untuk membaca setiap hari seperti dua atau tiga halaman dalam sehari, setelah itu saya pun membacakan ulang apa yang dibacanya, atau memberikan wahana lain dengan membacakan dongeng kepadanya,” kata Novita yang juga merupakan pengurus FTBM Kota Serang.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.