Film Terbang Sarat Makna Kehidupan

Oleh Gesi Aemadar Taning

Senin (24/4), saya dan relawan Rumah Dunia menonton film Terbang Menembus Langit di Cinemaxx Mall Of Serang. Film yang disutradarai oleh Fajar Nugros dan diproduseri Susanti Dewi dari Demi Istri Production ini berseting cerita tahun 1980-an di tiga daerah yaitu Tarakan,Surabaya, dan Jakarta. Ketiga kota tersebut adalah latar cerita perjalanan hidup sang tokoh utama Onggy Wianata yang diperankan Dion Wiyoko.

Menonton film ini, memberi kesan berarti bagi saya untuk berterima kasih kepada sosok ayah yang rela berjuang demi kehidupan seluruh keluarga tanpa mengeluh. Kisah yang sarat akan motivasi hidup, tentang beragam problematika, disuguhkan secara apik seperti saat Onggy jatuh bangun menjadi pengusaha berjualan apel, kerupuk dan jagung bakar yang seringnya tidak mulus.

Selain itu, di film ini juga kita bisa menemukan nilai toleransi antar umat beragama untuk saling menghormati dan membiarkan pemeluk agama lain melakukan ibadah masing-masing yang diyakini tanpa ada yang mengganggu dan memaksa. Seperti kita ketahui, bangsa ini merdeka bukan hanya karena peran mayoritas Islam saja, tetapi juga ada peran dari agama lain yang ikut berjuang demi kemerdekaan.

Di tengah perjuangan hidup Onggi yang tak kenal menyerah, datanglah Candra yang diperankan Laura Basuki ke kehidupan Onggy. Tak lama berkenalan, mereka menuju jenjang pernikahan. Namun itulah kehidupan, pernikahan bukan akhir dari segalanya. Tantangan hidup Onggy justru semakin mendebarkan. Candra sebagai istri sangat sabar menemani suami yang selalu mengalami kegagalan dalam berbisnis. Candra dan Onggy menjalani hari demi hari, proses demi proses untuk meraih cita-cita hidup yang lebih baik. Bagi keduanya, kebahagiaan bukan hanya soal kesuksesan, melainkan kenikmatan tentang seberapa banyak jatuh dan masalah yang dihadapi dan diterima demi sebuah mimpi. (KMRD30/rhu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.