Gempa Literasi di Payakumbuh dan Pasaman

Setelah di Padang Panjang, Forum Pegiat Literasi Padang Panjang mengajak kami, Generasi Jaguar berwisata ke istana Pagaruyung dan danau Singkarak, Minggu (22/7/2018). Kemudian Generasi Jaguar diantar ke Sawah Lunto.

Saya sengaja mengajak keluarga ke Sawah Lunto, menceritakan nenek moyang mereka. Kakek dari Emak di awal abad 19, membunuh Belanda. Dia berasal dari Caringin, Pandeglang. Dia dibuang ke Aceh, kerja paksa. Kemudian jadi orang rantai di Sawah Lunto. Hingga kini, Emak selalu terkenang, makam kakeknya tak pernah ada.

Senin sore, (23/7/2018), kami ke Bukit Tinggi. Saya akan mengenalkan tentang Bung Hatta, Agus Salim. Tapi, dari Bukit Tinggi kami “diculik” ke SMA IT Raudhatul Jannah, Payakumbuh, Selasa 24/7/2018. Generasi Jaguar dijemput di Yogya Hotel, Bukit Tinggi, pukul 07:30. Perjalanan setengah jam diiringi gunung Marapi yang indah.

Acaranya di Aula dihadiri 200-an pelajar. Dibuka dengan musikalisasi puisi dan Gabriel Gee nge-rapp. Kemudian Nabila Nurkhalishah presentasi sekolah di FISIP Sun Yat Sen University, Ghuangzhou, dalam Bahasa China dan Gabriel dengan Inggris – Arab menceritakan sekolahnya yang progresiif di SMA Al Ain, Abu Dhabi.

Ultra, S. Pd, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah mengatakan, “Selama ini tradisi menulis dipegang Sumbar. Kita hanya mengenal Banten dengan tradisi kanuragan dan debusnya. Kini Banten mengalami lompatan, mulai terdengar di dunia kepenulisan. Hari ini, Selasa 24 Juli 2018, Gol A Gong dan keluarga Generasi Jaguar datang ke SMA IT Raudhatul Jannah. Kita bisa belajar kepada mereka sekarang. ”

Di sela-sela acara, muncul Arbi Tanjung dari Pasaman. Dia “menculik” Generasi Jaguar ke Pasaman. Rabu (25/7/2018) kami ke Rantau Prapat. Jalurnya melewati Pasaman. Jadi tawaran diculik ke Pasaman kami terima dengan senang hati.(gong/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.