Berbicara Puisi Terbaru Rini Intama “Hikayat Tanah Jawara”

SERANG, KoranRD – membincangkan Sekumpulan Puisi terbaru Rini Intama yang berjudul “Hikayat Tanah Jawara” di Ruangan BI Corner, Dewan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Selasa (27/11/2018). Wahyu Arya selaku pembicara mengatakan, di dalam puisinya itu ada dua muatan, sastra dan sejarah yang menjadi disiplin ilmu.

“Bagian pertama, sikap sejarah ini penting. kata ‘Kita dan Sejarah’ sikap dari penyair, sejarah menjadi suatu yang menarik dan romantis. Melihat masa lalu lebih indah, menemukan Banten lebih kaya. Selanjutnya, penulisan sejarah Banten yang mistik dan mitologis dapat dimisalkan seperti babad Banten. Sejarah dalam puisi itu berawal dari bunyi. Kita bisa belajar sejarah dari karya sastra,” kata Wahyu Arya.

Selain itu, Iwan Gunadi pembicara kedua mengungkapkan, puisi “Hikayat Tanah Jawara” ini terdiri dari 37 potret sejarah Banten dan lainnya non Banten. Ada beberapa puisi yang belum detail dan kurang membetot untuk masa lalu. Tapi lebih kepada catatan perjalanan, kepada masa lalu dan kenangan.

“Sebagian puisi ini juga ada penjelasan akan melakukan wisata sejarah. Biarlah sejarah menjadi pemantik yang menciptakan bayangan apa yang dibaca. Karya sastra ditulis itu diciptakan untuk pendalaman pemaknaan,” ungkap pria asal Kuningan tersebut.

Rini Intama mengaku, proses kreatif puisi keempatnya ini dimulai tahun 2013 penelitian sampai sekarang. Dasarnya, ingin sekali mengenalkan sejarah dengan berbeda,”Puisi”. Selain itu, menjelaskan sudut pandang bahwa puisi itu indah, bukan coretan galau, terkhusus untuk yang masih duduk di bangku sekolah.

“Mengapa saya menuliskan catatan kaki. Tujuan saya, dengan cara sederhana; ada unsur puitik, diksi yang sederhana dan lain-lain, supaya mudah dicerna. Buku puisi saya ini sudah tersebar 40 di sekolah,” katanya. (opik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.