Pelatihan Menulis Esai untuk Guru se-Indonesia

SERANG, KoranRD- peserta lomba menulis pendidikan inklusif 2018 yang diselenggarakan oleh Kesharlindung Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan berkunjung ke Komunitas Rumah Dunia untuk menggali ilmu tentang kepenulisan esai (popular) bersama Gol A Gong di Gedung Auditorium Surosowan Rumah Dunia, Sabtu (1/12/2018). Mas Gong sapaan akrabnya menjelaskan, format menulis esai biasanya terdiri dari 700 kata sampai 1000 kata.

“Esai merupakan opini yang dituliskan dengan gaya sastra. Esai pendapat pribadi. Esai ibarat kuliner, tergantung selera lidah. Setiap pendapatnya bebas memilih topik. Ingat, judul esai jangan memberitahu,” terangnya.
Kisyani Laksono, kurator lomba menulis tersebut mengatakan bahwa peserta yang hadir dalam acara ini berjumlah 48 orang yang berasal dari berbagai daerah se-Indonesia. Sedangkan panitianya berjumlah 6 orang.

“Awalnya, peserta yang mengikuti lomba menulis pendidikan inklisif 2018 berjumlah 278 peserta dan terpilih 50 orang. Kemudian dua orang mungundurkan diri dan dua daerah tidak mengikuti kegiatan ini yaitu Papua dan DKI Jakarta. Untuk pemenang akan diumumkan pada tanggal 3 Desember 2018 di Bekasi,” kata Dosen Universitas Negeri Surabaya ini.

Lanjutnya, setelah mengikuti pelatihan menulis esai bersama Gol A Gong, para peserta dapat mengaplikasikannya lewat tulisan di berbagai media massa.

Saat acara berlangsung, Komunitas Muda Peduli Masalah Kependudukan yang biasa disapa Kompak asal Lampung dan group musikalisasi puisi Padurakasa mengibur para peserta menulis esai. (fik/rhu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.