Category Archives: Banten Bangkit

Dugaan Saya, Banten Akan Dikuasai Dinasti Hingga 80 Tahun Kedepan

Pilkada Banten 2017 ini hanya 2 paslon ; Wahidin Halim – Andika Hazrumy didukung 7 partai besar dan amunisi kolosal, Pokoknya hebat. Sedangkan Rano Karno – Embay Mulya Syarief hanya 3 partai dan amunisi apa adanya. Ini ibarat adu tarung Goliath raksasa versus David si mungil. Gajah lawan semut. Versi Ray Rangkuti, pengamat politik dari Tangerang, “Ini pertarungan politik dinasti versus Anti dinasti.”

Bermimpi Membangun Islamic Center di Banten Bersama Ridwan Kamil

BANDUNG, Koran RD – Setelah Banten menyabet Juara Umum MTQ Tingkat Nasional 2016 di Lombok dan Juara Umum POSPENAS VII tahun 2016, Rano Karno sebagai (petahana) Gubernur Banten tidak main-main dengan stigma Banten adalah “kota santri”. Tanpa diketahui banyak orang, diam-diam Rano Karno bertolak ke Bandung menemui Kang Emil–sapaan Ridwan Kamil–pada hari Sabtu (5/11/2016) yang lalu. Dalam pembicaraan santai yang dilakukan di sebuah restoran di kawasan Braga, Bandung, keduanya mengaku saling bertukar pikiran mengenai pembangunan di daerah masing-masing.

Pembangunan di Banten Harus Merata

BANDUNG, Koran RD – Calon Gubernur Banten, Petahana, Rano Karno, mengaku ingin membangun Banten secara merata tanpa adanya kesenjangan. Disparitas yang membelah Utara dan Selatan ataupun Timur dan Barat harus segera diakhiri karena setiap warga negara memiliki hak yang sama atas pembangunan.

Gerakan Bantu Ibu Bisa Baca

Teman-teman yang baik,

Saya mengucapkan selamat kepada Anda, karena telah terpilih untuk berperan serta dalam mewujudkan gagasan-gagasan saya. Saya memiliki satu gagasan yang baik tentang bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih baik. Bertahanlah sejenak, cerita yang akan saya tuturkan tidak akan menyita banyak waktu Anda. Jauh melampaui itu semua, cerita ini akan membuat Anda mengerti bahwa gagasan baik yang hendak diurai dalam tulisan ini akan membawa banyak manfaat bagi orang-orang yang kurang beruntung dibandingkan kita semua (jika Anda mencermati dengan baik, tulisan ini memiliki keserupaan dengan surat yang dibuat John Wood, lihat Room to Read, 2006: 25-27).