Category Archives: Cerbung

Perang Hitam di Banten

12071754_10205076948917989_640760007_nSepuluh
MURKA MURJA

Raka terus memacu Ninjanya. Meluncur semakin kencang. Angin yang menerpa helm-nya serasa mendorong dirinya agar membatalkan perjalanan. Terus menghalanginya. Gunung Karang, Pulosari dan Aseupan seolah ikut tertawa-tawa menantang. Pepohonan di kiri dan kanan Raka seolah mengejar-ngejarnya. Namun Raka tak peduli.
BRUUUUMM!

Perang Hitam di Banten [9]

Empat
TANAH PARA KIAI

Kijang keluar tol Serang Timur. Sebuah kalimat berbahasa Arab menyambut. Ahlan Wa Sahlan Bi Madinati Serang: Selamat Datang di Kota Serang.

Perang Hitam di Banten

12047671_10205076946557930_1435807233_n[8]

“Saat kejadian itu, Mamang cuma tau dari tetangga saja. Selebihnya, kurang tahu Jang,” Karim menghela napas. “Jang, Mamang ke kamar dulu. Mau bangunin Bik Rasmi. Sudah subuh.”

Perang Hitam di Banten

1058674_10205077203684358_1382094642_nTiga
RINDU TERJEGAL

Asih dan Karim bersiap menyeruak masuk kamar. Tapi Raka dan Angga sudah duduk akrab kembali. Raka baru saja menceritakan kejadian malam pembunuhan itu pada Angga, setelah ia mengamankan goloknya di bawa karpet. Karim masuk kamar.  Disusul Asih dengan napas tersengal. Keduanya nampak bengong melihat Raka dan Angga duduk berhadap-hadapan. Keduanya nampak lebih akrab, dan nampak bingung melihat Asih dan Karim yang mematung diam.