Category Archives: Essay

Dari Perjalanan Ke Harapan Banten Masa Depan

Oleh Daru Pamungkas

Agustinus Wibowo, penulis dan backpacker dunia asal Lumajang-Jawa Timur pernah mengatakan, backpacking bukanlah sekadar mengunjungi suatu tempat hanya untuk mengatakan “I have been there or I have done it,” tapi backpacking adalah proses pembelajaran. Artinya, dengan melakukan perjalanan kita bisa mengetahui banyak hal dan mempelajarinya dari berbagai macam aspek kehidupan.

Aku, Rumah Dunia dan Catatan Kaki

Oleh Anabel

Siang itu matahari menelanjangi kota, tak ada yang terlihat samar dari setiap sudut kota Serang sebab semburat cahaya matahari menyebar ke seluruh ruang jalan membuat suasana kota tampak terang benderang. Sambil mengamati sudut kota, keringatku mulai jatuh satu persatu. Kakiku yang patah-patah berjalan dari Ciceri menuju Rumah Dunia seperti menunjukkan tanda-tanda ingin ikut patah, aku merunduk sepanjang jalan menghindari panas, menyeka setiap keringat yang sibuk jatuh berguguran.

Komunikasi Antar Budaya

Oleh Jack Alawi

Seringkali kita mendapati proses komunikasi yang mandek; tidak mengerti atau salah persepsi apa yang sedang dikomunikasikan. Kemandekan komunikasi seperti ini membuat pesan yang disampaikan sering menimbulkan ketidaknyamanan dan salah faham.

Perbedaan budaya seringkali menjadi penyebab kemandekan berkomunikasi. Setiap daerah atau negara mempunyai budaya yang cenderung berbeda-beda. Misalnya budaya Indonesia pada umumnya menanggapi pertanyaan atau pernyataan dengan gelengan kepala adalah simbol untuk menyatakan ketidaksetujuan. Tapi gelengan kepala di India adalah simbol setuju atau rasa senang, acha-acha.

Mengurangi Kemiskinan Di Banten

Oleh Ardian Je

Di awal tahun 2018 ini, belum apa-apa Banten sudah mendapatkan realita yang kurang mengenakkan dan harus menelan pil pahit terkait masalah angka kemiskinan. Itu terlihat dari data hasil survey sosial ekonomi nasional (Susenas) Setember 2017 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten pada Selasa, 2 Januari 2018 lalu. Hasilnya cukup mencengangkan, yakni jumlah warga miskin di Banten meningkat dibandingkan pada September 2016. Itu berarti, selama dalam kurun waktu setahun (September 2016 hingga September 2017), warga miskin di Banten terus bertambah, angka kemiskinan melenggang dengan genitnya ke atas anak tangga, dan kesejahteraan terpeleset sambil meringis-ringis.