Category Archives: Essay

Tukang Alok dan Tukang Herurok

Oleh Rusmin Sopian

Seorang pemimpin memang harus punya impian. Dan untuk merealisasikan impiannya bagi kemakmuran rakyat yang telah memilihnya, seorang pemimpin pilihan rakyat memerlukan dukungan. Kalau pemimpin rakyat itu memimpin negara, maka aliran dukungan berupa pemikiran konseptual operasional yang beraplikasi nyata di lapangan bersumber dari para Menteri sebagai pembantu Presiden. Dan kalau pemimpin pilihan rakyat itu memimpin sebuah provinsi atau kabupaten/kota, maka support datang dari para Kepala Dinas/Kepala badan dan pejabat struktural lainnya.

Pengkritik dan Pengalok

Oleh Rusmin Sopian

Budayawan Seno Gumira Ajidarma mengatakan dunia bertambah sempurna dengan adanya sikap kritis. Oleh karena itu berlaku diktum bahwa kritik sangat diperlukan demi kemajuan sebuah zaman dan untuk kebaikan bersama. Lenyapnya tukang kritik atau pengkritik lanjut budayawan ini, merupakan awal lahirnya sebuah ketertindasan baru.

Terinspirasi dari Rumah Dunia, Dirikan Pustaka Terbang

Oleh Taufik Hidayatullah


Saya adalah mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Saya terkena virus literasi oleh Komunitas Rumah Dunia sejak Semester 3 tahun 2016. Saat itu, saya mengikuti program regularnya yaitu Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD) angkatan ke-27. Gol A Gong, Pengelola Rumah Dunia mengatakan, kalau mau serius belajar di sini, maka datanglah lebih awal dengan membawa tulisan dan membantu jadi relawan. Setelah usai mengikuti KMRD yang ditandai dengan peluncuran antologi cerpen, Appasionata untuk Lien, Gong Publishing 2016. Kemudian saya ditawarkan oleh Gol A Gong untuk menjadi relawan yang menetap di asrama Rumah Dunia karena sering membatu relawan lainnya untuk berkegiatan.

Hardik(nas) dan Panggung Serbet

Oleh Hilman Sutedja

Saya baru saja menerbitkan buku puisi bulan kemarin, judulnya ‘Berbisik kepada Bidadari’ (Gong Publishing). Kalau anda ingin tahu isinya, maka belilah dan baca bukunya, supaya anda bisa saya sebut sebagai warga yang sangat menghargai karya anak bangsa. Hueheheheh… Terlepas dari perasaan takut, khawatir dan ‘deg-deg ser’ apakah buku saya ini dibaca atau tidak oleh orang-orang, dengan menerbitkan buku puisi jujur saya tidak bisa menyembunyikan kegembiraan yang unik ini. Semua terasa menyenangkan meski sebetulnya menulis puisi itu adalah kepahitan.