Category Archives: Gong Smash

Timses Wahidin-Andika Melarang Bedah Buku “Rano Karno: Si Doel”

Selasa 17/1/2017, saya datang ke Bawaslu untuk klarifikasi dugaan kampanye terselubung saat bedah buku di Carrefour, Minggu 15/1/2017. Tim kuasa hukum Andika memasukkan laporan Sabtu 14/1/2017. Bahkan dengan permohonan kepada Bawaslu, agar bedah buku di Carrefour keesokan harinya (Minggu) dibatalkan. Hmmm…

Hari Minggu dan Memuliakan Literasi

Saya ingin menceritalan peristiwa di hari Minggu, 22 Januari 2017. Sebetulnya ini sudah saya lakukan sejak dulu, yaitu memuliakan literasi. Tentu ada proses panjang untuk bisa memahami ini. Puncaknya adalah saat aku duduk di goa Heera, Mekkah pada 2012. Aku semakin yakin, bahwa literasi adalah surat Al-Alaq, ayat pertama di Al-Quran yang disampaikan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad.

Rano Karno : Tidak Ada yang Sia-sia Dari Membaca

Banyak orang baru menyadari, bahwa pena sangatlah berbahaya, terutama pengaruhnya, apakah positif atau negatif. Itu tampak ketika Rano Karno menulis autobiography “Rano Karno : Si Doel” yang diterbitkan Gramedia, Oktober 2016. Bagi Gramedia, Rano sangatlah inspiratif. Masa kecilnya yang miskin, kerja kerasnya di film, kesederhanaannya sebagai artis populer yang jauh dari gosip, rasa cintanya kepada keluarga besar, suka-duka rumah tangganya, kebiasaannya membaca, menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

HOS Tjokroaminoto dan Bung Karno Adalah Guru Saya

Selalu setiap aku ke Surabaya
bertamu ke rumahmu di gang Paneleh
masih saja jas merah itu menggantung
ternyata kita sudah melupakanmu
 
di warung kopi di ujung gang rumahmu
ketika kuseduh kopi pahit rakyatmu
dalam pengembaraanku kali ini
di hari kelahiranmu pagi tadi
ingin kutanyakan kepadamu
: pernahkah merasakan cappuccino?
 
Julukanmu Putra Sang Fajar, aku tahu
itu sebabnya aku mengejarmu ke timur
menikmati cahayamu di pinggiran jalan
dengan secangkir kopi plastikan
: pernahkah merasakan espresso?
 
Aku tahu kopi tubruk kegemaranmu
dimasak mendidih sepanci airmata rakyatmu
dituang ke cangkir seng pisang rebus
bermaksud menjadi simbol kebangkitan
: cappuccino-espresso menggantikannya!
 
*) Surabaya 1 Juni 2012
*) Kopi Tubruk, terkumpul dalam buku puisi “Air Mata kopi” (Gramedia 2014), 10 Unggulan “Hari Puisi Indonesia 2014”.