Category Archives: World Book Day

Seratus Buku Diluncurkan di WBD 2018

Pada 23 April 2017 lalu saya mengikuti kegiatan World Book Day di Komunitas Rumah Dunia. Moment hari lebaran buku sedunia itu menjadi hari istimewa bagi saya. Kenapa? Karena saya bisa menerbitkan buku berjudul “Sisi Lain Sebuah Perayaan” dan menjadi pembicara di depan banyak orang memaparkan isi buku tersebut.

Ini sebuah pengalaman luar biasa. Seorang anak kampung asal Bekasi pedalaman (Kampung Sukatani) yang tak tahu apa-apa alias nol literasi, diberi kesempatan untuk menunjukkan eksistensi diri serta bisa merasakan bagaimana asiknya jadi penulis. Saya rasa itulah keistimewaan Rumah Dunia, tidak memandang apakah ia penulis pemula atau senior seperti Gol A Gong, Toto ST Radik, Firman Venayaksa, Langlang Randhawa dan Hilal Ahmad.

Saya rindu World Book Day, maka, 23 April 2018 mendatang saya mencoba meneruskan spirit “Banten Membaca dan Menulis Kepada Dunia”. Jika Hilman Sutedja meluncurkan 67 buku di WBD 2017, saya, Diofani, Wina, Gege, Iyoy, Opik, Jack, Arip, Zaenal, Asqo dan tentu semua relawan Rumah Dunia berencana meluncurkan 100 buku. Ayo, teman-teman ikut kegiatan tersebut.

Ayo, segera daftarkan nama dan judul bukumu dengan menghubungi tiga srikandi Rumah Dunia: @diofani @giani Marisa @nurfahmi Wina. Sampai jumpa di WBD 2018. (Daru Pamungkas)

Penulis Muda Banten Mulai Bermunculan

SERANG, Koran RD-Pagelaran Hari Buku Sedunia atau populer dengansebutan World Book Day (WBD) yang biasa dilaksanakan tiap 23 April ternyata menjadi sebuah momentum penulis muda Banten untuk memperlihatkan karyanya yang baru saja diterbitkan. Hal itu terbukti ketika kemarin, Jumat (21/4/2017), saat pembukaan acara WBD Rumah Dunia, beberapa penulis muda Banten melaunching bukunya dengan penuh sukacita.

Salah satu penulis muda Banten, yang juga merupakan jebolan Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan 28, Asqo L. Fathir mengatakan, menjadi penulis memang mengasyikan. Menurutnya, dengan menulis, dia bisa mengekspresikan perasaannnya melalui kata-kata yang disusun menjadi kalimat-kalimat yang telah dituliskan. “Idenya bisa dari dunia nyata, misal soal cinta dan lain sebagainya. Tapi jujur ini pertama kali sayameluncurkan buku dan semua terasa luar biasa. Saya jadi grogi,” kata Asqo.

Sementara itu Penanggungjawab kegiatan WBD Rumah Dunia, Hilman Sutedja mengungkapkan, memunculkan penulis di WBD memang merupakan output dari kegiatan tersebut. Sehingga, menurut Hilman, kegiatan WBD tidaksampai habis pada acara seremonial belaka. “Tujuan utama kita, dalam perayaan hari buku sedunia yang kita laksanakan selama tiga hari ini (21-23), memang ingin memunculkan dan mendorong anak muda untuk menulis buku,karena sesuai jargon kita, menulis buku mengubah dunia,” ungkap hilman (red)