Category Archives: Sastra

Kaibon, Tanah Syuhada Cinta

Cerpen Oleh Erni Kurniati

Awan hitam mulai menyelimuti warna orange kemerahan di langit. Tetesan-tetesan airpun mulai membasahi bumi. Kini aku mulai berlari mencari tempat berteduh. Saat berlari mataku tidaklah fokus melihat ke depan, tanganku menutupi mata agar air hujan tidak menyakiti mataku. Tak disengaja kakiku menginjak lumut licin yang menetap di lantai batu yang tak terawat. Tubuhku mulai melayang, hingga kepalaku bersentuhan dengan tembok yang persis di depanku. Lalu, tubuhku terbanting hampir menyentuh lantai, yang menjadi saksi pernah berdirinya mushola di istana Kaibon ini. Aku pikir, aku sedang pingsan, kepalaku tidak bersandar di lantai, tetapi di tangan seseorang. Sakit kepalaku menyadarkan aku bahwa aku masih sadar. Tangannya kekar sekali, menyentuh lenganku yang kurus. Ketika mataku terbuka, aku melihat dua mata bercahaya kebiru-biruan, hidungnya menjulang ke atas, dan mulut tipisnya menganga seperti kehabisan napas. Pria itu mencoba bicara padaku, namun aku tak juga berkedip menatap matanya.

Launching Buku Nada-Nada Minor

Serang, Koran RD — Panggung Puisi Rumah Dunia yang ke-3 me-launching buku puisi “Nada-nada Minor” karya Muhammad Rois Rinaldi di House of Salbai 34 Venue, Sabtu (21/10) malam. Buku puisi yang berisi 35 puisi ini diterbitkan oleh Gaksa Enterprise Oktober 2017.

Acara panggung puisi ini diisi dengan orasi literasi oleh Toto ST Radik perwakilan dari Rumah Dunia dan Sulaiman Jaya perwakilan dari Dewan Kesenian Banten. Selain orasi literasi dan pembaca puisi dari perwakilan komunitas Banten Girang, Kubah Budaya, Lentera Sastra Asean, dan Rumah Dunia. Juga dimeriahkan dengan pementasan musikalisasi puisi Paduraksa dari Rumah Dunia, pementasan musik Dara dari Cilegon, penampilan beatbox dari Komunitas UIN Banten Beatbox, dan penampilan-penampilan lainnya.

Toto mengatakan sudah mengenal Rois sejak masih SMP saat ikut lomba baca puisi dan dia jurinya. “Saya senang Rois sudah melampaui saya dalam berkarya. Dia berhasil berkarya dari rumahnya yang melewati pematang sawah di Kramatwatu. Kini dia bukan hanya penyair Banten atau Indonesia, tapi penyair internasional,” ungkapnya.

Sulaiman mengatakan dalam orasinya bahwa Rois adalah mitra dalam kiprah kepenulisannya dalam artian intersubjektivitas kreatif dunia kepenulisan. “Ia kawan sekaligus lawan, bukan musuh. Karya-karya puisinya acapkali menyodorkan kritik sosial, tak jarang juga sindiran estetik tentang dunia kepenulisan puisi itu sendiri. Selamat buat Rois!” ujarnya.

Agenda Panggung Puisi Rumah Dunia bulan November 2017 adalah launching buku puisi karya Firman Venayaksa. Judulnya masih dirahasiakan. (Jack Alawi)

Parasit

Aku mengenalnya sebagai sarjana
gelar berderet jauh dari perpustakaan
mengeja hidup saja tak bisa
suaranya tinggi sombong
selalu berpindah kursi
asal bisa menjilatkan lidah

Aku tahu ia ada di mana-mana
berdiri di persimpangan jalan
anak istrinya ingin selfie di menara Pisa
plesiran belanja ke negeri Hongkong
dapurnya penuh keju tanpa nasi
harga dirinya dijual rendah

aku berjabat tangan dengannya
“Berapa uang di dompetmu?” tanyanya
“Aku bisa menjadikanmu nomor satu!”

Aku mengunci pintu mobil
di perempatan jalan kotaku
ia jadi peminta-minta
mengetuki jendela setiap mobil

*) Gol A Gong adalah penulis 125 buku, diantara beberapa antologi puisi. Buku puisi “Air Mata Kopi” masuk 10 besar Hari Puisi Indonesia 2014

*) Serang 18/10/2017

Pembacaan Puisi Hipokrit oleh Gol A Gong

 

 

Pembacaan Puisi Hipokrit oleh Gol A Gong (pendiri dan penasihat Rumah Dunia). Puisi Hipokrit adalah salah satu puisi di buku kumpulan puisi Membaca Diri karya Gol A Gong.

Don’t forget subscribe, like, and comment! 😁