Category Archives: Sastra

Rahasia Heri

Tangisnya mengundang mata orang-orang datang. Bukan hanya itu, rupanya ia berhasil membuat mereka juga turut menolong. Saat itu belum siang benar, di hari Minggu, anak-anak memang biasa berkumpul dan bermain di alun-alun kota. Begitu juga dengan orang dewasa. Mereka memanfaatkan libur bekerja dengan membakar kalori di tubuhnya.“Kamu nggak apa-apa?”
Tanya seseorang yang lebih terdengar seperti berusaha menenangkan. Ia berjalan setengah berlari menuju mobilnya.
“Bawa ke sini, cepat!” ia membuka pintu bagian belakang mobil. Orang yang membopong tubuh si bocah lekas mempercepat laju kakinya. Teman-teman anak lelaki itu turut mengekor. Mereka tampak cemas. Semua ini terjadi karena campur ide mereka.

Puisi-Puisi Eka Nurul Hayat

 

 Lafal Takdir

: Gie

 

Takdir berjalan

Tak pernah membawa peta

Ia membeli karcis di stasiun

Dan memberikannya

Pada angin di jendela kereta

Ia menyapaku

Yang duduk di hadapannya

Tersenyum dan berbisik

Kehilangan Besar Pecinta Buku

Oleh: Poetry Ann

Judul                     : Rumah Kertas

Penulis                  : Carlos Maria Dominguez

Penerbit                : Marjin Kiri

Terbit                    : September 2016

Tebal                     : vi + 76 hlm

ISBN                      : 978-979-1260-62-6

Manakala nenek melihatku membaca di tempat tidur, beliau selalu berkata, “Sudah, buku itu berbahaya, tahu!”—hlm 2

Membaca buku, sebagaimana yang selalu banyak orang yakini, adalah hal yang bermanfaat, dapat menambah dan memperluas pengetahuan. Tapi dalam novel ini si penulis memberi perspektif  lain terhadap buku. Dalam novel ini, buku digambarkan sebagai sesuatu yang berbahaya, yang tak hanya dapat menghantui pembacanya, tapi juga mampu membawa si pembaca ke tataran di luar kewarasan. Buku dapat menjadi sebagaimana mahluk hidup, yang kadang bisa tampak menyenangkan, tapi juga bisa tampak merepotkan, mengancam dan menggelisahkan. Tentu saja itu hanya akan terjadi jika kita tak bijak memanfaatkannya.

Permisif

Oleh Gol A Gong

Dodong punya sahabat sejak kecil, namanya Rapiah. Emaknya memberi nama itu, agar besar nanti jadi kaya. Itu memang plesetan dari “Rupiah”.