Tag Archives: Balada Si Roy

Generasi Muda Sekarang itu Cengeng

SERANG, Koran RD- ‘Balada Si Roy’ sudah mencapai umurnya yang ke-30 dan sudah diterbitkan oleh beberapa penerbit di Indonesia, bahkan akan difilmkan oleh Demi Istri dalam waktu dekat ini. Di rentang waktu yang lama itu, ternyata ingatan pembaca akan kenangan saat pertama kali membaca dengan segala isinya masih terpatri. Bukan hanya generasi 90’an saja, tetapi Balada Si Roy juga mampu menyihir generasi masa kini sehingga mereka berbondong-bondong mendaftar untuk menjadi ‘Sahabat Balada Si Roy’.

Press Release Acara 30 Tahun Balada Si Roy

Menyambut peresmian difilmkannya novel legendaris Balada Si Roy karya Gol A Gong yang digarap Fajar Nugros, sutradara dari Demi Istri Production, Rumah Dunia menggelar acara 30 Tahun Balada Si Roy sekaligus Milad Rumah Dunia ke 16 yang akan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu 10-11 Maret 2018 di Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam 40, Pintu Tol Serang Timur, Kemang Pusri, Kampung Ciloang, Serang 42118, Banten.

Merayakan 30 Tahun Balada Si Roy

Novel serial petualangan Balada Si Roy karangan pendiri Rumah Dunia, Gol A Gong, akan menuju tangga usia yang ke-30. Penulis dan dengan didukung oleh sebagian besar penggemar Si Roy pun berinisiatif untuk merayakannya di Rumah Dunia, Lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, 10-11 Maret 2018 mendatang. Pada perayaan ‘ultah Roy’ ke-30 itu, ada beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan seperti ‘perform arts’, diskusi, pelatihan menulis, gonjlengan, pembagian hadiah kuis dan lain sebagainya.

Ketika Gol A Gong Kesulitan Mencari Guru Menulis

Bagi para pecinta novel di Indonesia, sosok Gol A Gong sudah menjadi hal yang familiar bagi mereka, khususnya bagi para pecinta novelnya berjudul Balada ‘Si Roy’, Gong adalah inspirasi bagi hidup mereka. Sentuhan magis dari novel-novel yang ditulis Gong memang diakui sudah menyihir para pembaca untuk megubah pola pikirnya menjadi lebih luas dan menjadi petualang sejati karena tulisan-tulisannya cenderung bernuansa petualangan. Namun siapa sangka ketika remaja, Gong kesulitan mencari guru menulis.