Tag Archives: Bedah Buku

Kepala BI Banten Anggap Bedah Buku Itu Penting


SERANG, KoranRD – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten memiliki kegiatan bulanan yaitu bedah buku. Kegiatan tersebut sudah berjalan 3 kali. Rahmat Hernowo, Kepala BI mengatakan, bedah buku itu penting karena mayoritas kita muslim yang dalam Al-quran sudah dianjurkan untuk Iqro, “Jika saya mengutip perkataan Goenawan Mohammad ‘iqro itu resaid’ yang berarti merapalkan. Awalnya saya suka baca komik kawanku, kemudian majalah hai, Si Kuncung, dan lain-lain,” ujarnya saat memberi sambutan, Jumat (13/7/2018).

Bedah buku yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten pertama yakni buku Dilan 1990, dilanjut buku Multatuli, dan sekarang Buku Ada Surga di Kerudung Ibu. “Buku yang kali ini akan dibedah itu penulisnya berasal dari Banten, Rahmat Heldy HS yang sudah memiliki karya tulis sebanyak 39 buku,” ungkapnya.

Wahyu Arya, pembedah buku acara itu menilai, novel Ada Surga di Kerudung Ibu memiliki nilai-nilai kejujuran. Dia menyinggung soal tokoh utama Rudi, anak seorang guru honorer bernama Ahmad Zaini, dan ibunya Siti Rahayu, tukang cuci pakaian. Rudi memiliki adik, namanya Bunga. Tokoh lainnya yaitu Zofia.

“Novel ini mempengaruhi pembaca untuk terlibat secara emosional sehingga membuat pembacanya menangis, kelebihan unsur-unsur instrintik ada di dalamya. Terlebih saat Rudi membaca puisi Kahlil Gibran. Nilai-nilai kejujuran dan kebaikan ada di dalamnya. Tapi menurut saya tokohnya flat, saat ada momen pacaran, kenapa kurang greget ya?” terang Wahyu.

Rahmat Heldy HS yang biasa disapa Rahel menjelaskan, tokoh dalam novel Ada Surga di Kerudung Ibu ini Fiksi. Dia mengungkapkan, penulis dan pengarang dalam tanda petik adalah Tuhan, bisa membuat tokoh artinya bisa mengatur banyak orang. “Saya khawatir, saat menulis suatu kejelekan lalu dibaca banyak orang kemudian saya mendapatkan dosanya,” jawab Rahel. (djo/rhu)

Mendaras Buku Puisi Berbisik Kepada Bidadari


SERANG, KoranRD – Acara Nyenyore ala Rumah Dunia di hari kedua yakni Bedah Buku Berbisik kepada Bidadari karya Hilman Sutedja. Muhammad Rois Rinaldi (Presiden Gaksa) sebagai pembedah menilai bahwa kumpulan puisi Hilman Sutedja ke depan akan menjadi luar biasa, hal itu dilihat dari ide yang digarap Hilman bukan tema-tema yang cengeng, akan tetapi tema yang serius. Rois berkeyakinan setelah dua atau tiga tahun mendatang buku kumpulan puisi Berbisik kepada Bidadari akan memiliki daya ledak, begitulah kata Rois. Selasa (29/5/2018).

Surat yang Berbicara Tentang Masa Lalu atau Kematian?

Oleh Ahmad Wayang

 

Sebelum membahas soal isi buku yang ditulis Ade Ubaidil dalam kumpulan cerpen “Surat yang Berbicara tentang Masa Lalu” ini, saya ingin menceritakan ihwal pertemuan kami, hingga kemudian kami saling kenal dan bersahabat. Saya mengenal Ade sekitar tahun 2014 lalu di Komunitas Rumah Dunia saat mengikuti kelas menulis. Selain sebagai pribadi yang mudah bergaul, Ade juga—saya melihatnya—merupakan penulis yang cukup produktif. Kita lihat saja, dimulai dari buku pertamanya berjudul Air Mata Sang Garuda (2013), disusul lagi dengan buku selanjutnya Café Serabi (2015), Mbah Sjukur (2016), Kompilasi Rindu (2016), Jodoh untuk Kak Gembul (2016), dan tentu saja buku yang akan kita bahas kali ini. Buku yang terakhir ini terbit ketika Ade menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2017. Kabarnya 8 cerpen yang ada di dalam buku ini lolos seleksi pada acara UWRF17, kemudian Ade mengajukannya ke penerbit dan lolos.

Timses Wahidin-Andika Melarang Bedah Buku “Rano Karno: Si Doel”

Selasa 17/1/2017, saya datang ke Bawaslu untuk klarifikasi dugaan kampanye terselubung saat bedah buku di Carrefour, Minggu 15/1/2017. Tim kuasa hukum Andika memasukkan laporan Sabtu 14/1/2017. Bahkan dengan permohonan kepada Bawaslu, agar bedah buku di Carrefour keesokan harinya (Minggu) dibatalkan. Hmmm…